FAKTA DIBALIK KEBERADAAN NEGARA YANG ABSTRAK

continents-1345514_960_720

source : https://pixabay.com/p-1345514/?no_redirect

Negara memilki seuatu keberadaan berdasarkan atas adanya pengakuan universal (Pemerintah, wilayah, dan rakyat) dan kedudukan yang berladasan kaidah norma (aturan) dan nilai hidup yang terstruktur dan sistematis dengan asas-asas yang berlaku. Unsur ekternal suatu Negara yang lainnya adalah implementasi/penerapaan demokrasi terhadap fungsi dan peranan demokrasi dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Dalam pembukaan UUD 1945 secara eksplisit mendeskripsikan keberadaan Negara dan unsur-unsur yang berkaitan serta berperan penting terhadap Negara. Kemerdekaan Negara Indonesia mencerminkan adanya suatu upaya untuk membentuk dan mempertahankan hak atas hidup, adanya kebebasan berdaulat, dan adanya demokrasi. Hal tersebut dapat dilihat dalam setiap sila pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar atau filosofi Negara.

Dewasa ini Indonesia tengah dilanda berbagai permasalahan yang kompleks. Sistem demokrasi yang seyogyanya menghasilkan masyarakat yang bebas dan sejahtera tidak terlihat hasilnya, kenyataannya bertolak belakang. Beberapa fenomena yang terjadi di Indonesia kaitannya dengan permasalahan dan kegagalan dari bangsa Indonesia sendiri. Berbagai pertanyaan bermunculan dari berbagai oknum dan pihak yang merasa bahwa adanya kejanggalan mengenai keberadaan negara Indonesia. Dalam hal ini, siapa dan apa yang seharusnya dipersalahkan? Sebenarnya jawaban yang tepat terletak pada siapa yang mengabaikan apa yang seharusnya tidak diabaikan dalam realita yang sudah sedang terjadi di indonesia. Keberadaan Beban yang terletak dipundak ibu pertiwi merupakan separuh dari setiap persoalaan dan dinamika yang tidak terselesaikan dan tanpa suatu solusi yang pasti, contoh kasus yang paling mencolok seperti korupsi, nepotisme, narkoba, parpol, TKI, pengangguran, perdagangan manusia, dan kriminal lainnya.

 

Realita Indonesia seiring waktu, terhitung dari detik-detik kemerdekaan sampai pada masa kini masih mengalami progres yang minim bahkan hampir sebaliknya. Dinamika kehidupan bangsa Indonesia terjadi berbagai konflik baik secara internal dan eksternal; vertikal dan horizontal, adanya diferensiasi dan stratifikasi serta mobilitas sosial; perkembagan globalisasi; sikap apatis terhadap paham nasionalisme dan patrionalisme dan lain sebagainya. Hal tersebut mempengaruhi sistem kehidupan berbangsa dan bernegara terutama terhadap timbulnya berbagai penyimpangan dan kasus lain yang tidak menemukan titik cerah yang secara langsung dan tidak langsung menghilangkan keberadaan Negara Indonesia sendiri.

Citra dari nama baik dan keindahan Negara Indonesia perlahan pudar dan kehilangan jejak. Indonesia yang menjadi pujaan bangsa universal atas keberagaman dan keunikan unsur-unsur kekayaan yang termuat di dalamnya seperti; SDA, konstitusi, filosofi bangsa dan sebagainya. Namun, realistanya mengalami penyimpangan dalam berbagai aspek kehidupan terhadap pro dan kontra dari berbagai oknum atau pihak dan hal lainnya tekait suatu kepentingan internal.

Fakta-fakta tersebut mendeskripsikan bangsa Indonesia dalam berbagai dinamika dan prolematika kehidupan berbangsa dan bernegara berpengaruh tehadap pertumbuhan dan perkembangan Negara itu sendiri. Kekayaan SDA dan SDM masyarakat yang merongsot, sitem konstitusi yang tidak selaras dengan kaidah konstitusional yang berlaku, demokrasi yang parasit atau ketergantungan atas kepentingan internal, penyimpangan tersebut yang mencerminkan bahwa keberadaan Negara Indonesia adalah “Negara Abstrak”; ada namun tidak tampak.

Secara keseluruhan konflik internal maupun eksternal menjadi suatu pokok permasalahan terhadap pertubuhan dan perkembangan sistem politik, ekonomi dan sosial secara nasional atau pun internasional. Salah satu contoh konkret dalam bidang perekonomian ketika mengahdapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) dan pengangguran karena alasan minimnya SDM serta landasan sosial ekonomi yang lemah; dalam bidang politik seperti konflik parpol dan pendominasian politik, HAM dalam penerapan dan jaminanya yang lemah, demokrasi yang menyimpang, dan pertumbuhan KKN yang meraja lelah karena atas dasar kepentingan internal/individu; dalam bidang sosial seperti sitem pendidikan, kesehatan, penyimpangan asusila, agama serta budaya dan lain-lain. Pada umumnya pemerintah dan jajaran lainnya termasuk rakyat sangat sulit mendapatkan suatu solusi yang tepat dan benar untuk mengatasi persoaalan yang ada.

Dinamika dan problematika yang terjadi di Negara Indonesia secara tidak langsung mendeskripsikan bahwa adanya ketidaksepahaman; perbedaan  antara pemerintah dan masyarakat atau sebaliknya baik dalam presepsi dan implementasi terhadap suatu hak  dan kewajiban berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan norma-norma dan kaidahnya yang berlaku. Hal-hal tersebut menjadi salah satu alasan atas keberadaan Negara Indonesia yang abstrak. Seharusnya adanya kesatuan relasi dan komunikasi antara oknum pemerintahan dan masyarakat sehinggah membentuk suatu bangsa dan Negara yang sunggu memiliki keberadaan dan sanggup menghadapi pertumbuhan dan perkembangan Negara baik secara nasional maupun internasional.

Keberadaan Negara yang abstrak menunjukan bahwa adanya penyalagunaan wewenang; kurangnya ketegasan dan konsistensi terhadap fungsi dan peranan pemerintah dalam mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang mana menjadi tugas dan tanggungjawab sebagai alat kontrol dan stabilisasi kehidupan bernegara yang baik dan benar sesuai dengan norma-norma dan UUD yang berlaku. Selain itu, masyarak pun seharusnya turut berperan dalam membangun perkembangan negara dengan mejalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara baik.

Melihat relaita dari keberadaan Negara Indonesia, maka perlu adanya suatu solusi yang baik dan benar untuk membenahi tatanan dan system pemerintahan untuk mengatasi permasalahan secara khusus maupun global antara lain: sebagai bangsa dan warga negara yang baik kita seharusnya;

  1. Menyadari adanya identitas sebagai warga Negara
  2. Mangakui, mentaati, dan meneggakan norma-norma yang berlaku dengan menjunjung tinggi nilai keadilan.
  3. Menjunjung tinggi sikap dan semangat nasionalis dan patrionalis.
  4. Menjalan hak dan kewajiban secara seimbang.
  5. Menerima adanya perbedaan dan keberagaman baik secara vertical. maupun horizontal; SARA.
  6. Berpikir dan berwawasan luas serta memiliki motivasi bersaing terhadap dinamika perkembangan dan globalisasi serta pengarunya.
  7. Proaktif dan bertanggungjawab dalam menjalankan peran dan wewenang sebagai warga Negara dan pemerintah.

Berdasarkan beberapa point tersebut dapat menjadi sebuah solusi yang dapat membantu kita untuk melihat, mendengar, berpikir, merasakan setiap persoalaan yang sudah sedang terjadi saat ini. Dengan demikian, kita sanggup menjalani kehidupan bernegara secara bebas dan tertata dan dalam keberadaan tersebut menjadi tampak bahwa wujud konkret keberadaan negara Indonesia terletak pada satu kesatuan unsur-unsur yang ada dilamnya. Dengan demikian, apa yang menjadi pertanyaan dan alasan dari keberadaan negara yang abstrak berubah menjadi sebuah wujud konkret.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s